Belakangan ini viral sejumlah publik figur, artis dan pesohor yang mengadopsi boneka arwah atau 'Spirit Dolls' seperti memperlakukan boneka tersebut layaknya bayi sungguhan. Layaknya seorang bayi, tersebut bahkan dirawat dan diberikan nama. Boneka tersebut bahkan diberi baju seperti anak kecil pada umumnya.

Hal ini tentu menjadi perbincangan bagi masyarakat. Terkait hal ini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Dakwah, Cholil Nafis pun memberikan tanggapannya. Menurut Cholil, mempunyai boneka tidak masalah. Hanya saja boneka tersebut tidak boleh dipersepsikan sebagai .

Selain itu, kata Cholil boneka juga tidak boleh disembah karena dalam Islam, hal ini adalah perilaku musyrik. Tapi jika bermaksud berteman, berarti . "Kalau disembah musyrik tapi kalau berteman saja berarti berteman dengan jin. Ya, tidak boleh anak dari benda mati," kata Cholil. Di sisi lain, Cholil pun menghimbau pada masyarakat agak tidak terjebak dalam hal mistis. Sebaiknya uang yang dimiliki disumbangkan kepada pihak yang membutuhkan.

"Agar masyarakat tak terjebak mistis dan menuhankan selain Allah. Baiknya, uang yang dimiliki disumbangkan kepada anak Yatim dan dhuafa dari pada memelihara boneka yang mistis itu," kata Cholil. Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Al Bahjah Cirebon, Buya Yahya mengatakan bahwa saat membahas mengenai fenomena boneka arwah dari perspektif agama Islam, tentunya hanya mengacu pada apa yang menjadi keyakinan agama Islam saja. Ia menegaskan, tidak boleh memiliki boneka yang menyerupai manusia atau patung dan ditujukan untuk kalangan dewasa.

"Kami akan bicara dalam keluarga muslim, (jika) anda seorang muslim, urusan boneka bagi orang dewasa tidak ada perbedaan pendapat, boneka dalam bentuk manusia kalau anda punya di rumah, kalau anda beli untuk yang dewasa nggak boleh," ujar Buya Yahya. Namun jika boneka diberikan untuk hiburan bagi anak anak, tanpa ada penyematan maksud maupun arti sebagai 'spirit dolls', melainkan hanya sekadar mainan dan tidak menyerupai bentuk patung maupun manusia, tentu diizinkan. "Adapun untuk anak kecil, itu dan yang lainnya, hanya sekadar boneka," kata Buya Yahya.

Sementara itu terkait keyakinan adanya dalam boneka tersebut, tentunya sebagai seorang muslim, tidak boleh meyakini hal tersebut. "Kemudian masalah keyakinan keyakinan, apakah bisa ada roh dan sebagainya, kita ini punya iman, dari segi keimanan kita nggak boleh meyakini yang demikian," tegas Buya Yahya. Lebih lanjut Buya Yahya menekankan bahwa boneka merupakan benda dan tidak boleh dikaitkan dengan arwah atau roh mereka yang telah meninggal.

"Boneka adalah boneka, orang yang sudah meninggal sudah punya urusan di alam barzah, anak kecil dia akan diberi kenikmatan oleh Allah di alam barzah, tidak ada siksa. Nggak ada anak kecil jahat kemudian masuk menjadi roh jahat, nggak ada, yang ada jin, setan yang terkutuk, jin jin jahat," papar Buya Yahya. Sementara itu, terkait roh para bayi yang meninggal sebelum akil baligh telah memiliki tempat mulia dan diberikan kenikmatan oleh Allah SWT. "Adapun roh roh bayi bayi kecil yang mati sebelum akil baligh, maka dia adalah bayi bayi yang dimuliakan walaupun anak orang yang tidak beriman. Nggak perlu dia masuk masuk boneka gitu, nggak ada keyakinan kita, ngapain masuk boneka boneka itu, lebih enak dia di alam barzah sana," pungkas Buya Yahya.

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dari RS EMC Alam Sutera, dr Andri SpKJ FAPM mengatakan populernya boneka arwah dilandasi oleh peran publik figur yang memamerkannya di media sosial. "Ya karena yang memilikinya dan memamerkannya itu figur publik yang punya akses ke media sosial, jadi makin banyak yang lihat," kata dokter Andri. Menurutnya, fenomena boneka arwah sudah sejak lama ada, di mana boneka menjadi media bagi arwah.

Fenomena ini bahkan sempat diangkat ke layar lebar, Chuky hingga Annabelle. Sementara, di Indonesia siapa yang tak mengenal Jelangkung. "Saya ingat cerita nenek saya dulu di kelenteng Boen Tek Bio, Tangerang, ada Patung Tua Pekong Sumpah. Buat yang ada perselisihan maka bisa sumpah di depan patung itu, jika ada yang berbohong, tidak lama setelah keluar dari kelenteng bisa mati muntah darah, serem kan spirit Doll," kata dia. Lebih jauh ia mengatakan, seseorang yang memiliki boneka arwah belum tentu mengalami gangguan jiwa. Pasalnya, boneka kerap dimainkan anak perempuan dalam keseharian mereka.

Andri menegaskan, selama orang tersebut waras dan sadar, dapat membedakan nyata dan tidak, maka orang tersebut tidak mengalami gangguan jiwa. "Jadi apakah orang yang percaya spirit doll itu alami gangguan jiwa, silakan kembali ke definisi saja. Gangguan jiwa, gangguan pada perilaku, perasaan, perilaku yang menimbulkan penderitaan dan ketidakmampuan pada orang itu sehingga mengganggu kehidupan sehari harinya," ujarnya. Ia pun beranggapaan, fenomena boneka arwah ini merupakan fenomena sesaat yang sangat mungkin didasari pemikiran dan kebudayaan yang dipercaya pemiliknya.

Untuk itu, masyarakat diharapkan tak perlu memberikan perhatian maupun reaksi berlebihan atas fenomena ini. "Kalau ternyata merawat spirit doll hanyalah bagian dari fenomena sesaat atau juga lebih karena ada pemikiran khusus sesuai kebudayaan yang dia percaya ya biarkanlah, asalkan tidak mengganggu dan menurunkan kualitas hidupnya. Tidak usah diberi perhatian berlebihan juga," pesan dokter Andri. Desainer ternama Indonesia, Ivan Gunawan diketahui memiliki boneka laki laki yang diberi nama Miracle dan Marvelous.

Terkait hal itu Ivan Gunawan membeberkan alasan dirinya mengadopsi dua boneka tersebut selain untuk menemani di setiap aktivitasnya. "Seru saja jadi punya mainan, jadi bisa belanja belanja baju bayi, pokoknya seru seru sendiri, gila gila sendiri, bikin happy sendiri saja," kata Ivan Gunawan. Bahkan Igun, sapaan akrabnya mengatakan boneka tersebut dibuat berdasarkan kemiripan dari mukanya.

"Jadi memang itu dibuat dari muka aku juga, jadi makanya mirip, buat anaknya di Rusia tanpa harus aku ke Rusia," ucapnya. Adapun proses pembuatan boneka tersebut terbilang cukup lama yang memakan waktu hingga enam bulan. "Buatnya setengah tahun," lanjut Igun.

Seperti diketahui, Ivan Gunawan memang merawat Miracle Putra Gunawan dan Marvelous Putra Gunawan seperti anak sungguhan. Bahkan, dia juga membelikan mereka baju dan aksesoris branded. Tidak hanya Igun, aktris Celine Evangelista juga mengumumkan bahwa dirinya mengadopsi bayi boneka yang dianggap layaknya manusia, baru baru ini.

Celine Evangelista juga memiliki dua bayi boneka yang berjenis kelamin perempuan, dan satu berjenis kelamin laki laki. Dua boneka milik Celine tersebut memiliki kulit bewarna putih dan rambut pirang. Hal ini terlihat dari postingan Instagram Celine, belum lama ini. "Syukur atas segala hikmat yang Tuhan berikan kepada aku dan keluarga, sehingga hatiku bergerak untuk 1 momongan bayi kecil," ujar Celine.

Postingan Celine yang memperkenalkan bayi boneka ini ramai dikomentari warganet. Banyak di antara mereka yang merasa miris dengan perilaku publik figur belakangan ini. Mereka menilai karena hal mengadopsi bayi boneka dan memperlakukannya seperti manusia adalah tidak masuk akal.

"Ini yang sakit pengin sehat, yang sehat pengin sakit, pada kenapa sih artis," tulis satu di antara netizen. Namun, sebagian mereka justru curiga bahwa trend adopsi bayi boneka di kalangan artis ini merupakan teknik marketing. "Ini kayaknya pada teknik marketing deh, soalnya artis ngadopt semua," tulis netizen.

"Sekarang apapun dibuat konten say, jadi sekarang bersikap biasa aja seh," sahut netizen lainnya. Banyak warganet yang berspekulasi bahwa bayi boneka yang diadopsi para artis ini adalah boneka arwah. Boneka arwah sendiri merupakan boneka bayi yang kabarnya secara magis dapat dimasukkan arwah manusia yang sudah meninggal.

Tren soal memelihara boneka arwah atau 'Spirit Dolls' berawal dari postingan seorang influencer bernama Furi Harun di akun resmi instagramnya. Furi memiliki ratusan boneka arwah di lemarinya. Bahkan Furi membuka semacam 'give away' melalui akun instagramnya dengan hadiah sebuah boneka yang dianalogikan berjenis kelamin perempuan dan mengenakan gaun berwarna merah.

Netizen juga banyak yang menanggapi 'give away' Furi Harun tersebut dan berharap ada yang bisa memilikinya. Furi mengaku boneka arwah pertamanya diberikan oleh temannya pada 2017 silam. "Pertama namanya Laura, dikasih teman saya, 2017, soalnya anaknya nangis terus setiap melihat boneka ini," kata Furi.

Seluruh boneka arwah miliknya diperlakukan layaknya manusia, mereka diajak makan sampai ibadah bersama. Hal itu menurut Furi dilakukannya agar arwah yang berada di dalam bonekanya bisa merasakan kasih sayang. "Saya asuh, ajak doa bareng, makan bareng ada rasa rindu terhadap Tuhan dan tau ada beberapa manusia yang baik, enggak yang menyakiti anak anak ini semasa hidupnya," kata Furi. Furi Harun juga bercerita bahwa beberapa dari boneka tersebut pernah menganggunya.

Menurutnya, boneka yang seperti itu biasanya merupakan arwah dari korban pembunuhan. "Saya pernah digangguin sama boneka saya sendiri, pernah dicekik, enggak bisa tidur dua malam, yang galak saya ajak tidur, akhirnya jadi nice," katanya. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.